
KEDIRI - Para santri dan ustad se-Jawa Madura kembali menggelar acara Bahtsul Masail (diskusi) di Pondok Pesantren Al Falah, Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Rabu (27/05/2009).
Acara yang diikuti 240 santri dari 120 ponpes ini akan membahas masalah jejaring sosial Facebook yang baru dihasilkan Bahtsul Masail Ponpes Lirboyo, Kediri. Menurut keterangan Abdul Manan selaku panitia acara, hasil Bahtsul Masail Ponpes Lirboyo telah menjadi keputusan yang kontroversial.
Lebih dari 80 persen kalangan pesantren dan akademisi menolak pengharaman Facebook. Dan Ponpes Al Falah, menurut Abdul Manan, juga menyepakati penolakan tersebut. "Karena untuk membuat keputusan kita mempertimbangkan dampak sosial, ekonomi dan budaya. Karena kita tidak sepakat dengan keputusan facebook haram," ujarnya di Kediri, Rabu (27/5/2009).
Meski begitu, Manan membantah Bahtsul Masail yang digelar Ponpes Al Falah Ploso adalah forum tandingan Ponpes Lirboyo. Dia berkilah Bahtsul Masail ini bertujuan untuk meluruskan keputusan Ponpes Lirboyo. "Ponpes Al Falah dan Lirboyo adalah satu. Kita bukan tandingan. Ini untuk meluruskan, "paparnya.
Bahtsul Masail ini diakui Manan inisiatif dari Ponpes Al Falah Ploso yang digelar rutin setiap tahun. "Selain masalah Facebook kita juga membahas masalah pemberian uang caleg. Karenanya kita bagi dalam dua komisi, "ujarnya. Acara Bahtsul Masail yang dibuka Rabu (27/05/2009) ditutup Kamis malam (28/05/2009).(ful)

0 komentar:
Posting Komentar